SELAMAT DATANG DI KMW 1 RIAU SILAHKAN FOLLOW TWITTER KAMI @kmw1riau
SILAHKAN KUNJUNGI JUGA TOKO ONLINE KAMI pdua-cafe

Rabu, 13 Agustus 2014

PENGUMUMAN SELEKSI FE - PPMK PNPM MANDIRI PERKOTAAN

Menindaklanjuti Seleksi Fasilitator Ekonomi untuk Lokasi PPMK Tahun 2014, berikut kami umumkan hasil penetapan seleksi tersebut :



Jumat, 08 Agustus 2014

PELUANG KERJA FASILITATOR EKONOMI

Bagi rekan-rekan yang berminat berkarir dalam pemberdayaan masyarakat dalam mendorong peningkatan kehidupan masyaraakt melalui usaha produktif, berikut peluang kerjanya :

Rabu, 21 November 2012

PEMENANG LOMBA SKETSA VISI PEMBANGUNAN PLPBK KEL. KAMPUNG BANDAR

PEMENANG LOMBA SKETSA VISI PEMBANGUNAN 
PROGRAM PLPBK - KELURAHAN KAMPUNG BANDAR 
PNPM MANDIRI PERKOTAAN 
Tanggal : 18 November 2012 


PEMENANG 1 :
Nama : M. ZUHRI SUHANA
Deskripsi / Tema : Pusat pemasaran & mekanik otomotif Jl. Kota Baru
Universitas / Sekolah : Universitas Lancang Kuning
Nilai : 87


PEMENANG 2 :
Nama : STEVAN HARIYANTO
Deskripsi / Tema : Jembatan layang kawasan Kampung Bandar
Universitas / Sekolah : Universitas Riau
Nilai : 84


PEMENANG 3 :
Nama : SHADRI PURNAMA YUDHI
Deskripsi / Tema : Rumah Adat Melayu (kedepan)
Universitas / Sekolah : SMAN 5 Pekanbaru
Nilai : 81


Keterangan :
Penyerahan hadiah akan diberitahukan lebih lanjut kepada pemenang pada acara Penetapan dan Lounching RPLP dan RTPLP Kelurahan Kampung Bandar Tingkat Kota Pekanbaru. Untuk informasi lebih lanjut hubungi panitia : Sdr. Jaja Somantri (081324196622) dan Sdr. Raden Rusdianto (085378139912)

Selasa, 20 November 2012

MENGASAH IMAGINER LEWAT SKETSA - VISI PEMBANGUNAN KELURAHAN KAMPUNG BANDAR

Dalam rangka sosialisasi visi pembangunan Kelurahan Kampung Bandar : MENJADIKAN KAMPUNG BANDAR SEBAGAI KAWASAN SEJARAH DAN BUDAYA MELAYU DI KOTA PEKANBARU yang telah menjadi kesepakatan yang dipilih untuk mengembangkan potensi yang dimiliki guna menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Guna mendukung sosialisasi tersebut, event LOMBA SKETSA VISI PEMBANGUNAN di orientasikan untuk mendukung proses penyusunan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) dan Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) lewat imaginer Mahasiswa dan pelajar di Kota Pekanbaru.Tujuan kegiatan ini adalah : 
  1. Menumbuhkan kecintaan dan dukungan partisipatif mahasiswa dan pelajar memelihara asset sejarah dan budaya melayu yang ada di Kelurahan Kampung Bandar. 
  2. Membantu masyarakat Kelurahan Kampung Bandar dalam mewujudkan mimpi melalui visinya. 
  3. Hasil sketsa merupakan input penyusunan RPLP dan RTPLP. 
Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta dari Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Lancang Kuning, SMK Negeri 2 Pekanbaru, SMK 1 Muhammadiyah, SMAN 5 Pekanbaru, SMAN 10 Pekanbaru, SMK Nurul Falah dan SMA Serirama YLPI Pekanbaru. Lomba sketsa mengambil tema sesuai dengan visi dengan kriteria penilaian : Kesesuaian Tema Lomba & dan eksplorasi terhadap visi pembangunan kawasan, Teknik Sketsa, Orisinalitas, Sudut Pengambilan, Kerapian dan Kebersihan Media Gambar dan Ketepatan Titik Proyeksi. Objek sketsa adalah Aktivitas Warga Permukiman” meliputi : Kawasan Sungai Siak (Sepanjang Jalan Perdagangan), Kawasan perdagangan barang bekas dan tali besi (Sepanjang Jalan Kota Baru), Kawasan kumuh dan miskin dan Rumah melayu.

Aktivitas Lomba

Senin, 08 Oktober 2012

WISATA FOTOGRAFI (SOSIALISASI MASAL PLPBK - KELURAHAN KAMPUNG BANDAR)

Kegiatan Sosialisasi Massal PLPBK "Wisata Forografi" tanggal 7 Oktober 2012, tepat dibawah Jembatan Sungai Siak III (yang merupakan icon Kota Pekanbaru) merupakan gerakan moral untuk mendukung Kelurahan Kampung Bandar sebagai Kawasan Sejarah & Budaya Melayu. Berikut hasil apresiasi peserta dari Track Community, riaufoto.com, Universitas Riau, SMK Muhammadiyah : 
Kegiatan Pembukaan & Pencanangan :


Ekspresi & Aktivitas Wisata Fotografi:


Tema "Buliding" yang merupakan bagian Sejarah & Ciri Khas Budaya Melayu":


Tema "Kawasan Miskin":


Tema "Human Interest" : 

Kamis, 13 September 2012

LOWONGAN TENAGA AHLI PERENCANAAN DAN PEMASARAN PLPBK KELURAHAN KAMPUNG BANDAR

Bagi rekan-rekan yang berminat, silahkan hubungi panitia sesuai dengan informasi "Membangun Kelurahan Kampung Bandar Menjadi Kawasan Sejarah dan Budaya Melayu di Kota Pekanbaru"

Kamis, 09 Agustus 2012

MERASAKAN PEDASNYA CABE

Penulis : Rianto, SP (Senior Fasilitator Tim 14 - Kota Dumai) - 081275709364

“Mendengar banyak lupa, melihat kadang-kadang ingat, mengerjakan pasti akan paham.“ Itulah semboyan seorang petani marginal yang terabaikan, ketika mereka harus belajar dalam sebuah pelatihan budidaya tanaman cabe secara intensif. 
Jumadi adalah seorang Ketua KSM Lado Padeh yang notabene seorang petani. KSM ini beranggotakan 10 orang, diantaranya 7 yang selalu aktif. Mereka yang sebagian besar warga miskin daftar PS2 ini dan tidak mempunyai keahlian khusus yang memadai. Tetapi semuanya mempunyai pengalaman dalam bidang pertanian, seperti budidaya cabe secara tradisional. 
Sesuai dengan kebijakan Kepala Satker Kota Dumai, kegiatan sosial pemanfaatan BLM II APBD putaran kedua harus lebih fokus pada peningkatan ekonomi produktif. Kegiatan tidak lagi untuk pelatihan-pelatihan yang sifatnya pengadaan barang. Untuk itu BKM Gurun Panjang Jaya melalui rembug penentuan prioritas, kegiatan sosial diarahkan kepada pelatihan budidaya tanaman cabe. Setelah menunggu sekian lama serta semua proses dilalui, seperti pengusulan proposal, verifikasi dan sampai pada pencairan BLM, pelatihan budidaya tanaman cabe-pun dimulai. 
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan kurang lebih selama enam bulan dari tanggal 3 November 2011 sampai Mei 2012 dengan metode belajar sambil bekerja. Berlatar belakang pendidikan pertanian dan pernah bekerja di pemberdayaan masyarakat yang difokuskan pada program Integrated Farming System, dalam memberikan sambutan kami selaku pendamping menyampaikan beberapa pesan yang bisa dijadikan bahan pelajaran. Artinya pelatihan ini tidak sekedar belajar teori tetapi lebih ditekankan pada praktek lapangan secara langsung. Untuk itu Tim pendamping, BKM, UPS dan instruktur pelatihan, bersama KSM membuat 10 tahapan pelatihan yang harus diikuti selama lebih kurang enam bulan. Tahapan tersebut meliputi 1) Penyiapan lahan, 2) Pembuatan guludan atau bedengan, 3) Pemupukan dasar dan pengapuran, 4) Persemaian, 5) Pemasangan mulsa PHP (Plastik Hitam Perak), 6) Pembuatan lubang tanam, 7) Penanaman, 8) Pemeliharaan tanaman, 9) Pengendalian hama dan penyakit Tanaman (HPT) dan 10) Panen. 
Untuk lebih meningkatkan semangat para anggota KSM, dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan yang berjumlah Rp.20.000.000 . Dana tersebut digunakan untuk pembelian sarana produksi budidaya cabe seluas 0,5 ha yang akan dibagi menjadi 7 bagian sesuai dengan anggota KSM. Untuk pengerjaan budidaya menjadi swadaya anggota KSM yang nilainya mencapai Rp. 6.066.000. Masing-masing anggota bertanggungjawab sesuai bagiannya masing-masing mulai dari awal pengolahan lahan sampai akhir, termasuk pengelolaan hasil produksinya. 
Dengan semangat belajar, berlatih dan bekerja serta keinginan para anggota KSM yang terus ditunjukan, tahapan kegiatan dilalui penuh antusias. Cuaca ekstrim seperti hujan deras, seringkali menjadi faktor penghambat. Lahan gambut yang menjadi media tanam dengan bentuk bedengan yang tinggi tidak jarang mengalami kebanjiran serta sampai pada hama dan penyakit tanaman yang selalu menyerang. Tetapi peserta pelatihan dengan didampingi oleh tim fasilitator tetap bekerja keras dan tidak putus asa. 
Berbekal dari semua potensi seperti ilmu pengendalian hama & penyakit (PHP), pengalaman instruktur dan tim fasilitator, menjadi ajang diskusi mencari solusi anggota KSM dalam berbagai pertemuan dengan tim fasilitator dan Askot CD. Sering dalam sebuah kunjungan monitoring, anggota KSM tidak pernah melewatkan mengajak berkeliling. Kegiatan ini selalu dilaksanakan untuk mengamati secara langsung tanaman dan pengendalian HPT. Tentu kegiatan ini pula dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang timbul untuk dicarikan solusi. 
Tanaman yang subur dan pertumbuhan tanaman melebihi rata-rata, ternyata tidak lepas dari masalah dan kendala. Namun justru hal ini menjadi wanaha pemersatu antar anggota dalam memberikan pembelajaran untuk mencari solusi. Hama dan penyakit tanaman yang meraja lela tidak membuat KSM surut dan berputus asa. Bulan terus berganti, tanaman telah memasuki masa produksi pada Maret tahun 2012 sampai Juni 2012 dengan hasil panen secara keseluruhan mencapai Rp.5.685 kg (masing-masing anggota berkisar 600 Kg s/d 980 kg). Dengan harga jual cabe segar rata-rata Rp.14.000/kg, KSM Lado Padeh mendapatkan Rp.79.590.000 yang sebagian telah dinikmati untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pendapatan yang telah dihasilkan, merupakan dampak dari hasil usaha yang telah dilaksanakan. 

ANGGOTA
JUMLAH TANAMAN
JUMLAH PRODUKSI
HARGA JUAL (Rp)
NILAI (Rp)
JUMLAH
SAT
JUMLAH
SAT
Risnanto
             900
Batang
            983
Kg
      14.000
  13.762.000
Zainal
          1.000
Batang
           907
Kg
      14.000
  12.698.000
Safon
          1.000
Batang
            939
Kg
     14.000
  13.146.000
Jumadi
             900
Batang
            834
Kg
      14.000
  11.676.000
Nasif Affandi
             800
Batang
            596
Kg
      14.000
    8.344.000
Ganduk
             800
Batang
            822
Kg
      14.000
  11.508.000
Lasiman
             800
Batang
            604
Kg
      14.000
    8.456.000
JUMLAH
6.200

5.685


79.590.000

Tentu kami selaku pendamping selalu tekankan, setiap bulannya selalu disisihkan untuk ditabung anggota. Selain itu hasilnya juga disisihkan untuk pengembangan usaha budidaya cabe dan tanaman hortikultura lainya. Upaya ini merupakan bagian dari konsistensi usaha budidaya cabe secara intensif, peningkatan produksi dan pengembangan tanaman sayuran umur pendek seperti kangkung. Saat ini anggota KSM sedang melaksanakan pengolahan lahan untuk pengembangan usaha budidaya cabe yang lebih luas (dalam proses membuat bedengan). Persemaian yang sudah dilakukan kali ini sebanyak 13.000 batang dan jika dibandingkan yang pertama hanya +/- 6.000 batang. Selain itu usaha yang terus dilakukan salah satu warga (Ponidi) meminjamkan tanahnya seluas 2 ha untuk pengembangan tanaman musiman atau tidak dipakai untuk tanaman tahunan/tanaman keras. Dengan lahan yang semakin luas, usaha yang dilaksanakan tidak lagi bersifat tumpang sari dengan sawit. Melihat perkembangan yang bagus, Unit Pengelola Sosial (UPS) Nasiff Affandi sedang merencanakan KSM menjadi kelompok tani dengan menjajaki bermitra dengan Dinas Pertanian Kota Dumai. KSM ini juga telah memotivasi dan menginspirasi sebagian warga RT.09 Kelurahan Gurun Panjang masuk dalam KSM. Pengembangan usahamelalui budidaya nenas dan telah menanam seluas 2 ha pada lahan yang bersebelahan dengan lahan cabe. Dengan penuh rasa syukur dan bangga, ternyata mereka bisa menjadi pelaku usaha. Ini merupakan proses permulaan, tantangan kedepan masih panjang. Arena sesungguhnya ada di depan pasca pelatihan. 

Kontak Person :
Alamat LKM : Jl. Utama, Kelurahan Gurun Panjang - Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai - Prov. Riau Koordinator LKM : M.Setya - 081365736794
Ketua KSM : Jumadi - 081365736794

MAJUKAN SONGKOK MELAYU

Penulis : Meri Eka Putri(Senior Fasilitator Tim 2 - Kota Pekanbaru) - 081365709927

Songkok melayu dan sebuah ide gagasan 
Songkok/peci merupakan tutup kepala yang umum di gunakan di Indonesia, tak kecuali di Riau sebagai bangsa melayu. Perkembangan songkok melayu semakin menurun pamornya, orang-orang senang membeli produk sesuai trend. Untuk itu beberapa ibu rumah tangga di Kelurahan Kedungsari Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru termasuk Yunaidah merasa berkepentingan untuk memajukan kembali produk khas Riau. Melalui KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Melayu, berinisiatif melakukan inovasi pada songkok melayu. Dengan memberikan sentuhan bordir motif melayu telah menambah ragam, dimana umumnya berwarna hitam polos yang menjadi ciri khas. 

Dari bordiran baju menuju songkok melayu 
Melalui Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), KSM Karya Indah Bordir yang beranggotakan 20 orang mendapat pelatihan pada 20 Juni 2012 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA. 2010 sebesar Rp.36.500.000 dan swadaya masyarakat Rp.3.375.000. Pemanfaatan BLM yang dilaksukan KSM menitik beratkan pelatihan bordiran pakaian dan mukena. Usahapun dirintis dengan menggunakan 3 macam benang, dapat menghasilkan mukena. Kisaran harga mukena yang dibuat Rp.100.000 sampai dengan Rp.150.000 tergantung ragam bordir. Lain halnya baju koko dengan bordiran, untuk satu stelnya bisa dihargai Rp.450.000. Setalah berjalan tiga bulan, menyadari betul produk yang dihasilkan tidak kompetitif. Banyaknya ragam dengan produk yang dihasilkan yang sebelumnya sudah ada di pasar menjadi faktor utama. Selain itu mukena dan baju koko yang dihasilakan, ternyata tidak terlalu menarik perhatian konsumen. 
KSM mulai merasa khawatir, usaha yang sudah dirintis tengah memasuki masa sulit dan meyakini tidak akan berkembang dengan baik. Dengan kegundahan Yunaidah dan beberapa anggota KSM berkonsultasi dengan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Kedungsari Mandiri, akhirnya mendapat solusi songkok melayu menjadi pilihan. Kesepakatan yang diambil mengingat masih sedikit usaha tersebut digeluti masyarakat di Kota Pekanbaru. Dengan mencoba memberikan bordiran pada songkok yang umumnya polos, memberikan daya tarik dan keragaman ciri khas produk unggulan melayu. 
Dengan merubah nama menjadi KSM Melayu harapan kembali ditumbuhkan, mengangkat bordir bermotif khas melayu tetap menjadi alasan utama. Tidak hanya itu, jumlah anggota semakin diselektif dan terpilih 12 orang yang masih komitmen. Dengan pemanfaatan BLM dari APBD TA.2011 sebesar Rp.19.000.000 dan swadaya masyarakat sebesar Rp.2.000.000 kegiatan pelatihan dilaksanakan mulai tanggal 23 Maret 2012. Melalui pelatihan ini pula dikembangkan berbagai motif seperti Pucuk Rebung Bersiku Keluang, Kembar Sekotak, Daun Melambai. Pelanggan dapat menentukan sendiri motif yang diinginkan untuk songkok mereka. Menurut Yunaidah “Harga satu songkok dibandrol mulai dari Rp.50.000dan akan terus meningkat sesuai dengan motif ataupun pengerjaan dari bordir dari tingkat kesulitan motif.” 

Proses usaha dan harapan besar pada KSM 
Strategi pemasaran mulai dikembangkan KSM, salah satunya sekolah-sekolah yang ada di Kota Pekanbaru. Sudah menjadi biasa khususnya hari jumat, setiap sekolah menggunakan songkok sebagai salah satu dari perlengkapan seragam yang harus digunakan siswa. Mengenalkan songkok melayu ternayata tidaklah mudah, hal ini dirasakan betul oleh M.Ridha (Koordinator LKM) “kami ingin ada pihak-pihak lain yang bisa membantu, sehingga songkok ini dikenal dan dapat digunakan di sekolah-sekolah bahkan juga di perkantoran.” 
Selain itu ada hal lain yang lebih penting yaitu songkok yang diberi bordir melayu bisa dihak patenkan. Harapan ini menjadi sangat berarti, songkok menjadi salah satu ciri khas Kelurahan Kedungsari. LKM dan KSM merasa optimis bisa memajukan produk khas melayu. Dengan berbagai upaya terus melakukan perbaikkan, dari segi penampilan, keragaman, kualitas produk dan strategi pemasaran. KSM harus menjadi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang produktif dan membawa manfaat peningkatan ekonomi bagi anggota KSM dan masyarakat Kelurahan Kedungsari. 

Kontak Person :
Alamat KSM Melayu : Jl. Budi Utomo Kel. Kedungsari Kec. Sukajadi - Kota Pekanbaru
Koordinator LKM : M. Ridha - 08127533304
Ketua KSM : Yunaidah - 081371688255