SELAMAT DATANG DI KMW 1 RIAU SILAHKAN FOLLOW TWITTER KAMI @kmw1riau
SILAHKAN KUNJUNGI JUGA TOKO ONLINE KAMI pdua-cafe

Rabu, 21 November 2012

PEMENANG LOMBA SKETSA VISI PEMBANGUNAN PLPBK KEL. KAMPUNG BANDAR

PEMENANG LOMBA SKETSA VISI PEMBANGUNAN 
PROGRAM PLPBK - KELURAHAN KAMPUNG BANDAR 
PNPM MANDIRI PERKOTAAN 
Tanggal : 18 November 2012 


PEMENANG 1 :
Nama : M. ZUHRI SUHANA
Deskripsi / Tema : Pusat pemasaran & mekanik otomotif Jl. Kota Baru
Universitas / Sekolah : Universitas Lancang Kuning
Nilai : 87


PEMENANG 2 :
Nama : STEVAN HARIYANTO
Deskripsi / Tema : Jembatan layang kawasan Kampung Bandar
Universitas / Sekolah : Universitas Riau
Nilai : 84


PEMENANG 3 :
Nama : SHADRI PURNAMA YUDHI
Deskripsi / Tema : Rumah Adat Melayu (kedepan)
Universitas / Sekolah : SMAN 5 Pekanbaru
Nilai : 81


Keterangan :
Penyerahan hadiah akan diberitahukan lebih lanjut kepada pemenang pada acara Penetapan dan Lounching RPLP dan RTPLP Kelurahan Kampung Bandar Tingkat Kota Pekanbaru. Untuk informasi lebih lanjut hubungi panitia : Sdr. Jaja Somantri (081324196622) dan Sdr. Raden Rusdianto (085378139912)

Selasa, 20 November 2012

MENGASAH IMAGINER LEWAT SKETSA - VISI PEMBANGUNAN KELURAHAN KAMPUNG BANDAR

Dalam rangka sosialisasi visi pembangunan Kelurahan Kampung Bandar : MENJADIKAN KAMPUNG BANDAR SEBAGAI KAWASAN SEJARAH DAN BUDAYA MELAYU DI KOTA PEKANBARU yang telah menjadi kesepakatan yang dipilih untuk mengembangkan potensi yang dimiliki guna menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Guna mendukung sosialisasi tersebut, event LOMBA SKETSA VISI PEMBANGUNAN di orientasikan untuk mendukung proses penyusunan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) dan Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) lewat imaginer Mahasiswa dan pelajar di Kota Pekanbaru.Tujuan kegiatan ini adalah : 
  1. Menumbuhkan kecintaan dan dukungan partisipatif mahasiswa dan pelajar memelihara asset sejarah dan budaya melayu yang ada di Kelurahan Kampung Bandar. 
  2. Membantu masyarakat Kelurahan Kampung Bandar dalam mewujudkan mimpi melalui visinya. 
  3. Hasil sketsa merupakan input penyusunan RPLP dan RTPLP. 
Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta dari Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Lancang Kuning, SMK Negeri 2 Pekanbaru, SMK 1 Muhammadiyah, SMAN 5 Pekanbaru, SMAN 10 Pekanbaru, SMK Nurul Falah dan SMA Serirama YLPI Pekanbaru. Lomba sketsa mengambil tema sesuai dengan visi dengan kriteria penilaian : Kesesuaian Tema Lomba & dan eksplorasi terhadap visi pembangunan kawasan, Teknik Sketsa, Orisinalitas, Sudut Pengambilan, Kerapian dan Kebersihan Media Gambar dan Ketepatan Titik Proyeksi. Objek sketsa adalah Aktivitas Warga Permukiman” meliputi : Kawasan Sungai Siak (Sepanjang Jalan Perdagangan), Kawasan perdagangan barang bekas dan tali besi (Sepanjang Jalan Kota Baru), Kawasan kumuh dan miskin dan Rumah melayu.

Aktivitas Lomba

Senin, 08 Oktober 2012

WISATA FOTOGRAFI (SOSIALISASI MASAL PLPBK - KELURAHAN KAMPUNG BANDAR)

Kegiatan Sosialisasi Massal PLPBK "Wisata Forografi" tanggal 7 Oktober 2012, tepat dibawah Jembatan Sungai Siak III (yang merupakan icon Kota Pekanbaru) merupakan gerakan moral untuk mendukung Kelurahan Kampung Bandar sebagai Kawasan Sejarah & Budaya Melayu. Berikut hasil apresiasi peserta dari Track Community, riaufoto.com, Universitas Riau, SMK Muhammadiyah : 
Kegiatan Pembukaan & Pencanangan :


Ekspresi & Aktivitas Wisata Fotografi:


Tema "Buliding" yang merupakan bagian Sejarah & Ciri Khas Budaya Melayu":


Tema "Kawasan Miskin":


Tema "Human Interest" : 

Kamis, 13 September 2012

LOWONGAN TENAGA AHLI PERENCANAAN DAN PEMASARAN PLPBK KELURAHAN KAMPUNG BANDAR

Bagi rekan-rekan yang berminat, silahkan hubungi panitia sesuai dengan informasi "Membangun Kelurahan Kampung Bandar Menjadi Kawasan Sejarah dan Budaya Melayu di Kota Pekanbaru"

Kamis, 09 Agustus 2012

MERASAKAN PEDASNYA CABE

Penulis : Rianto, SP (Senior Fasilitator Tim 14 - Kota Dumai) - 081275709364

“Mendengar banyak lupa, melihat kadang-kadang ingat, mengerjakan pasti akan paham.“ Itulah semboyan seorang petani marginal yang terabaikan, ketika mereka harus belajar dalam sebuah pelatihan budidaya tanaman cabe secara intensif. 
Jumadi adalah seorang Ketua KSM Lado Padeh yang notabene seorang petani. KSM ini beranggotakan 10 orang, diantaranya 7 yang selalu aktif. Mereka yang sebagian besar warga miskin daftar PS2 ini dan tidak mempunyai keahlian khusus yang memadai. Tetapi semuanya mempunyai pengalaman dalam bidang pertanian, seperti budidaya cabe secara tradisional. 
Sesuai dengan kebijakan Kepala Satker Kota Dumai, kegiatan sosial pemanfaatan BLM II APBD putaran kedua harus lebih fokus pada peningkatan ekonomi produktif. Kegiatan tidak lagi untuk pelatihan-pelatihan yang sifatnya pengadaan barang. Untuk itu BKM Gurun Panjang Jaya melalui rembug penentuan prioritas, kegiatan sosial diarahkan kepada pelatihan budidaya tanaman cabe. Setelah menunggu sekian lama serta semua proses dilalui, seperti pengusulan proposal, verifikasi dan sampai pada pencairan BLM, pelatihan budidaya tanaman cabe-pun dimulai. 
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan kurang lebih selama enam bulan dari tanggal 3 November 2011 sampai Mei 2012 dengan metode belajar sambil bekerja. Berlatar belakang pendidikan pertanian dan pernah bekerja di pemberdayaan masyarakat yang difokuskan pada program Integrated Farming System, dalam memberikan sambutan kami selaku pendamping menyampaikan beberapa pesan yang bisa dijadikan bahan pelajaran. Artinya pelatihan ini tidak sekedar belajar teori tetapi lebih ditekankan pada praktek lapangan secara langsung. Untuk itu Tim pendamping, BKM, UPS dan instruktur pelatihan, bersama KSM membuat 10 tahapan pelatihan yang harus diikuti selama lebih kurang enam bulan. Tahapan tersebut meliputi 1) Penyiapan lahan, 2) Pembuatan guludan atau bedengan, 3) Pemupukan dasar dan pengapuran, 4) Persemaian, 5) Pemasangan mulsa PHP (Plastik Hitam Perak), 6) Pembuatan lubang tanam, 7) Penanaman, 8) Pemeliharaan tanaman, 9) Pengendalian hama dan penyakit Tanaman (HPT) dan 10) Panen. 
Untuk lebih meningkatkan semangat para anggota KSM, dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan yang berjumlah Rp.20.000.000 . Dana tersebut digunakan untuk pembelian sarana produksi budidaya cabe seluas 0,5 ha yang akan dibagi menjadi 7 bagian sesuai dengan anggota KSM. Untuk pengerjaan budidaya menjadi swadaya anggota KSM yang nilainya mencapai Rp. 6.066.000. Masing-masing anggota bertanggungjawab sesuai bagiannya masing-masing mulai dari awal pengolahan lahan sampai akhir, termasuk pengelolaan hasil produksinya. 
Dengan semangat belajar, berlatih dan bekerja serta keinginan para anggota KSM yang terus ditunjukan, tahapan kegiatan dilalui penuh antusias. Cuaca ekstrim seperti hujan deras, seringkali menjadi faktor penghambat. Lahan gambut yang menjadi media tanam dengan bentuk bedengan yang tinggi tidak jarang mengalami kebanjiran serta sampai pada hama dan penyakit tanaman yang selalu menyerang. Tetapi peserta pelatihan dengan didampingi oleh tim fasilitator tetap bekerja keras dan tidak putus asa. 
Berbekal dari semua potensi seperti ilmu pengendalian hama & penyakit (PHP), pengalaman instruktur dan tim fasilitator, menjadi ajang diskusi mencari solusi anggota KSM dalam berbagai pertemuan dengan tim fasilitator dan Askot CD. Sering dalam sebuah kunjungan monitoring, anggota KSM tidak pernah melewatkan mengajak berkeliling. Kegiatan ini selalu dilaksanakan untuk mengamati secara langsung tanaman dan pengendalian HPT. Tentu kegiatan ini pula dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang timbul untuk dicarikan solusi. 
Tanaman yang subur dan pertumbuhan tanaman melebihi rata-rata, ternyata tidak lepas dari masalah dan kendala. Namun justru hal ini menjadi wanaha pemersatu antar anggota dalam memberikan pembelajaran untuk mencari solusi. Hama dan penyakit tanaman yang meraja lela tidak membuat KSM surut dan berputus asa. Bulan terus berganti, tanaman telah memasuki masa produksi pada Maret tahun 2012 sampai Juni 2012 dengan hasil panen secara keseluruhan mencapai Rp.5.685 kg (masing-masing anggota berkisar 600 Kg s/d 980 kg). Dengan harga jual cabe segar rata-rata Rp.14.000/kg, KSM Lado Padeh mendapatkan Rp.79.590.000 yang sebagian telah dinikmati untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pendapatan yang telah dihasilkan, merupakan dampak dari hasil usaha yang telah dilaksanakan. 

ANGGOTA
JUMLAH TANAMAN
JUMLAH PRODUKSI
HARGA JUAL (Rp)
NILAI (Rp)
JUMLAH
SAT
JUMLAH
SAT
Risnanto
             900
Batang
            983
Kg
      14.000
  13.762.000
Zainal
          1.000
Batang
           907
Kg
      14.000
  12.698.000
Safon
          1.000
Batang
            939
Kg
     14.000
  13.146.000
Jumadi
             900
Batang
            834
Kg
      14.000
  11.676.000
Nasif Affandi
             800
Batang
            596
Kg
      14.000
    8.344.000
Ganduk
             800
Batang
            822
Kg
      14.000
  11.508.000
Lasiman
             800
Batang
            604
Kg
      14.000
    8.456.000
JUMLAH
6.200

5.685


79.590.000

Tentu kami selaku pendamping selalu tekankan, setiap bulannya selalu disisihkan untuk ditabung anggota. Selain itu hasilnya juga disisihkan untuk pengembangan usaha budidaya cabe dan tanaman hortikultura lainya. Upaya ini merupakan bagian dari konsistensi usaha budidaya cabe secara intensif, peningkatan produksi dan pengembangan tanaman sayuran umur pendek seperti kangkung. Saat ini anggota KSM sedang melaksanakan pengolahan lahan untuk pengembangan usaha budidaya cabe yang lebih luas (dalam proses membuat bedengan). Persemaian yang sudah dilakukan kali ini sebanyak 13.000 batang dan jika dibandingkan yang pertama hanya +/- 6.000 batang. Selain itu usaha yang terus dilakukan salah satu warga (Ponidi) meminjamkan tanahnya seluas 2 ha untuk pengembangan tanaman musiman atau tidak dipakai untuk tanaman tahunan/tanaman keras. Dengan lahan yang semakin luas, usaha yang dilaksanakan tidak lagi bersifat tumpang sari dengan sawit. Melihat perkembangan yang bagus, Unit Pengelola Sosial (UPS) Nasiff Affandi sedang merencanakan KSM menjadi kelompok tani dengan menjajaki bermitra dengan Dinas Pertanian Kota Dumai. KSM ini juga telah memotivasi dan menginspirasi sebagian warga RT.09 Kelurahan Gurun Panjang masuk dalam KSM. Pengembangan usahamelalui budidaya nenas dan telah menanam seluas 2 ha pada lahan yang bersebelahan dengan lahan cabe. Dengan penuh rasa syukur dan bangga, ternyata mereka bisa menjadi pelaku usaha. Ini merupakan proses permulaan, tantangan kedepan masih panjang. Arena sesungguhnya ada di depan pasca pelatihan. 

Kontak Person :
Alamat LKM : Jl. Utama, Kelurahan Gurun Panjang - Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai - Prov. Riau Koordinator LKM : M.Setya - 081365736794
Ketua KSM : Jumadi - 081365736794

MAJUKAN SONGKOK MELAYU

Penulis : Meri Eka Putri(Senior Fasilitator Tim 2 - Kota Pekanbaru) - 081365709927

Songkok melayu dan sebuah ide gagasan 
Songkok/peci merupakan tutup kepala yang umum di gunakan di Indonesia, tak kecuali di Riau sebagai bangsa melayu. Perkembangan songkok melayu semakin menurun pamornya, orang-orang senang membeli produk sesuai trend. Untuk itu beberapa ibu rumah tangga di Kelurahan Kedungsari Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru termasuk Yunaidah merasa berkepentingan untuk memajukan kembali produk khas Riau. Melalui KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Melayu, berinisiatif melakukan inovasi pada songkok melayu. Dengan memberikan sentuhan bordir motif melayu telah menambah ragam, dimana umumnya berwarna hitam polos yang menjadi ciri khas. 

Dari bordiran baju menuju songkok melayu 
Melalui Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), KSM Karya Indah Bordir yang beranggotakan 20 orang mendapat pelatihan pada 20 Juni 2012 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA. 2010 sebesar Rp.36.500.000 dan swadaya masyarakat Rp.3.375.000. Pemanfaatan BLM yang dilaksukan KSM menitik beratkan pelatihan bordiran pakaian dan mukena. Usahapun dirintis dengan menggunakan 3 macam benang, dapat menghasilkan mukena. Kisaran harga mukena yang dibuat Rp.100.000 sampai dengan Rp.150.000 tergantung ragam bordir. Lain halnya baju koko dengan bordiran, untuk satu stelnya bisa dihargai Rp.450.000. Setalah berjalan tiga bulan, menyadari betul produk yang dihasilkan tidak kompetitif. Banyaknya ragam dengan produk yang dihasilkan yang sebelumnya sudah ada di pasar menjadi faktor utama. Selain itu mukena dan baju koko yang dihasilakan, ternyata tidak terlalu menarik perhatian konsumen. 
KSM mulai merasa khawatir, usaha yang sudah dirintis tengah memasuki masa sulit dan meyakini tidak akan berkembang dengan baik. Dengan kegundahan Yunaidah dan beberapa anggota KSM berkonsultasi dengan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Kedungsari Mandiri, akhirnya mendapat solusi songkok melayu menjadi pilihan. Kesepakatan yang diambil mengingat masih sedikit usaha tersebut digeluti masyarakat di Kota Pekanbaru. Dengan mencoba memberikan bordiran pada songkok yang umumnya polos, memberikan daya tarik dan keragaman ciri khas produk unggulan melayu. 
Dengan merubah nama menjadi KSM Melayu harapan kembali ditumbuhkan, mengangkat bordir bermotif khas melayu tetap menjadi alasan utama. Tidak hanya itu, jumlah anggota semakin diselektif dan terpilih 12 orang yang masih komitmen. Dengan pemanfaatan BLM dari APBD TA.2011 sebesar Rp.19.000.000 dan swadaya masyarakat sebesar Rp.2.000.000 kegiatan pelatihan dilaksanakan mulai tanggal 23 Maret 2012. Melalui pelatihan ini pula dikembangkan berbagai motif seperti Pucuk Rebung Bersiku Keluang, Kembar Sekotak, Daun Melambai. Pelanggan dapat menentukan sendiri motif yang diinginkan untuk songkok mereka. Menurut Yunaidah “Harga satu songkok dibandrol mulai dari Rp.50.000dan akan terus meningkat sesuai dengan motif ataupun pengerjaan dari bordir dari tingkat kesulitan motif.” 

Proses usaha dan harapan besar pada KSM 
Strategi pemasaran mulai dikembangkan KSM, salah satunya sekolah-sekolah yang ada di Kota Pekanbaru. Sudah menjadi biasa khususnya hari jumat, setiap sekolah menggunakan songkok sebagai salah satu dari perlengkapan seragam yang harus digunakan siswa. Mengenalkan songkok melayu ternayata tidaklah mudah, hal ini dirasakan betul oleh M.Ridha (Koordinator LKM) “kami ingin ada pihak-pihak lain yang bisa membantu, sehingga songkok ini dikenal dan dapat digunakan di sekolah-sekolah bahkan juga di perkantoran.” 
Selain itu ada hal lain yang lebih penting yaitu songkok yang diberi bordir melayu bisa dihak patenkan. Harapan ini menjadi sangat berarti, songkok menjadi salah satu ciri khas Kelurahan Kedungsari. LKM dan KSM merasa optimis bisa memajukan produk khas melayu. Dengan berbagai upaya terus melakukan perbaikkan, dari segi penampilan, keragaman, kualitas produk dan strategi pemasaran. KSM harus menjadi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang produktif dan membawa manfaat peningkatan ekonomi bagi anggota KSM dan masyarakat Kelurahan Kedungsari. 

Kontak Person :
Alamat KSM Melayu : Jl. Budi Utomo Kel. Kedungsari Kec. Sukajadi - Kota Pekanbaru
Koordinator LKM : M. Ridha - 08127533304
Ketua KSM : Yunaidah - 081371688255

MENEMBUS DINDING DI UJUNG KAMPUNG RAWANG

Penulis : Rianto (Senior Fasilitator Tim 14 - Kota Dumai) - 081275709364

Gurun Panjang. Malam baru saja merambat, mungkin baru jam delapan, tetapi hampir seluruh sudut kampung pintu dan jendela rumah warga sudah tertutup rapat bak tiada penghuni didalam. Kampung mati, oh ternyata tidak. Sesekali terdengar canda ria anak-anak dari balik dinding rumah, yang hanya tersinari cahaya pelita. Inilah RT.09 Kelurahan Gurun Panjang yang dulunya bernama Dusun Rawang. 
Secara administratif Dusun Rawang masuk dalam wilayah Kelurahan Gurun Panjang Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai, kondisinya masih belum berubah seperti RT-RT sebuah desa. Lokasi yang jauh dari kota, jalanan jelek, becek dan sulit dijangkau dengan kendaraan umum. Terlebih lagi belum ada listrik sebagai penerangan umum seperti sebagian besar lokasi kelurahan-kelurahan di wilayah perkotaan. 
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh sebagian warga masyarakat yang tergolong mampu, diantaranya membeli mesin genset. Tapi hanya sebatas mereka yang mampu membeli dapat menikmati. Termasuk upaya-upaya lain dari warga, tokoh masyarakat dan Ketua RT sebisa mungkin mengatasi kondisi ini yaitu mengajukan pengadaan mesin penerangan umum kepada pihak kelurahan, pemerintah kota, swasta dan lain sebagainya. 
Keadaan tersebut mulai menemukan titik terang, ketika Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan mulai masuk tahun 2009. Walau kurang yakin dan ragu, geliat harapan itu mulai ada. Salah satu tokoh masyarakat yang notabene Ketua RT.09 Dwi Saputra mulai memahami mekanisme pelaksanaan program di lapangan. Mengingat ada peluang, maka kebutuhan masyarakat ini mulai diusahakan diajukan kepada program. 
Kegigihan semuanya, akhirnya usulan tersebut masuk dalam Perencanaan Jangka Menengah Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) yaitu pengadaan mesin penerangan umum. Namun tidak secepat itu direalisasikan, terasa membosankan namun tetap sabar menunggu realisasi yang sudah diusulkan. Perlahan tapi pasti tibalah Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Gurun Panjang Jaya mengkaji dan mempertimbangkan matang-matang usulan pengadaan mesin penerangan umum di RT.09. Keputusan diambil kegiatan tersebut layak menjadi prioritas kegiatan pemanfaatan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) I Putaran 2 APBN. 
Setelah melalui proses diskusi yang panjang antara BKM maupun dan Tim Fasilitator menetapkan alokasi BLM hanya Rp.40.000.000. Awalnya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rawang Karya dan masyarakat RT.09 merasa yakin cukup dengan dana yang sudah didapat. Setelah dibicarakan dengan beberapa tokoh masyarakat RT.09 ternyata perhitungan untuk membiayai kegiatan tidak mencukupi. Untuk itu KSM yang dibantu Dwi Saputra dan Nasib Effendi (relawan/warga miskin PS-2) berdiskusi mencari masukan dari warga sebelum penyusunan proposal. 
Setelah mengkaji berbagai hal, sebagian masyarakat berpendapat pengadaan genset yang biasa dipakai oleh sebagian masyarakat tidak akan kuat lama. Berdasarkan pengalaman selain tidak mampu mengaliri listrik ke seluruh masyarakat RT.09 dengan daya rendah, kemungkinan besar akan cepat rusak. Untuk meyakinkan mesin seperti apa yang harus dipakai, KSM dan pendamping mendatangi ahli mesin genset di Kota Dumai. Akhirnya disepakati bersama masyarakat RT.09, akan mengadakan mesin genset berkapasitas tinggi dengan daya jangkau lebih luas. 
Kesepakatan yang sudah dicapai, KSM didampingi tim fasilitator mulai menyusun proposal dan menghitung Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Penyusunan ini tentu bersumber dari survey harga-harga toko di Kota Dumai. Dari hasil penyusnan tersebut, untuk melaksanakan kegiatan dibutuhkan dana sebesar Rp.112.229.000. Alokasi tersebut untuk pengadaan mesin genset, rumah mesin, kabel penyambung dan instalasi. Oleh karena itu untuk merealisasikan kegiatan membutuhkan tambahan dana sebesar Rp.71.938.000. 
Kekuaranga anggaran tersebut menjadi pemikiran semua pihak khususnya KSM dan BKM. Ketua KSM berkata “kemana dana sebesar itu akan dicari, adakah orang-orang peduli untuk menyumbangkan dana sebesar itu.” Tidak putus asa terus ditunjukan oleh KSM dan BKM, melalui diskusi diperolehlah kesimpulan dana sebesar itu tentunya akan memberatkan. Tetapi dipikul secara bersama oleh seluruh masyarakat penerima manfaat akan terasa ringan. Guna mencari solusi tersebut, KSM, BKM dan tim fasilitator kembali mengadakan musyawarah dengan masyarakat RT.09. Disepakati kekuarangan dana akan dipikul bersama oleh 76 KK penerima manfaat yang sebagian besar KK miskin PS-2. Melalui pembayaran setiap bulan, penerima manfaat harus membayar listrik ditambah iuran kekurangan anggaran menjadi solusi yang dipilih. 
Setelah menyepakati, akhirnya mulai dilaksanakan kegiatan dengan meminjam talangan dari pihak ketiga yang kebetulan masyarakat RT.09 yang mampu. Melalui bergotong-royong masyarakat bekerjasama membangun rumah mesin, pengadaan tiang-tiang kayu, sambil menunggu mesin genset tiba. Setelah menunggu, akhirnya Mesin Genset 6D14 Mitsubisi (6 piston) Dinamo 75 KVA beserta panel tiba dengan harga pembelian sebesar Rp. 68.000.000. Kurang lebih satu minggu dilakukan perangkaian di dalam rumah mesin dan pemasangan instalasi ke rumah-rumah warga, barulah dilakukan ujicoba. 
Walau melalui proses yang cukup lama, namun semuanya pasti ada hikmahnya. Disamping mewujudkan aspek penerangan umum dimasyarakat, yang lebih penting lagi masyarakat bisa memahami dan mengalami sendiri proses pembelajaran partisipatif. Dari mulai perencanaan dan pelaksanaan, bisa merasakan manfaat kegiatan yang dikerjakan secara bersama-sama. 
Alhamdulillah, penerangan umum di Kampung Rawang telah selesai dilaksanakan. Cahaya pelita yang dulu berat menembus dinding papan, kini tidak lagi. Sang harapan telah datang, cahaya listrik yang diidamkan telah menerangi halaman. Pelaksanaan kegiatan memang sudah selesai, tapi tugas dan tanggung jawab belum lagi sirna. Pengelolaan penerangan umum ini harus dikelola dengan sebaik-baiknya oleh KSM dan warga masyarakat. Semoga ke depan geliat ekonomi menjadi berkembang. Terlebih anak-anak sekolah bisa belajar lebih baik menuju masa depan yang lebih cemerlang. Mudah-mudahan PNPM Mandiri Perkotaan masih terus berkembang dan terus dilaksanakan di Kelurahan Gurun Panjang. 

ALAMAT :
LKM GURUN PANJANG JAYA
Jl. Utama, Kelurahan Gurun Panjang Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai - Prov. Riau

KONTAK PERSON :
Koordinator BKM : M. SETYA - 081365736794
Ketua KSM : SUTIKNO - 082389012451

PINJAMAN BERGULIR DIANTARA KERAGUAN

Penulis : Rianto (Senior Fasilitator Tim 14 - Kota Dumai) - 081275709364

Gurun Panjang. Dalam upaya menggerakkan perekonomian masyarakat pemerintah tidak jarang membuat program yang berkaitan dengan pemberian pinjaman kredit usaha rakyat, dengan berbagai pola pengembalian. Ada yang dengan bunga rendah, sedang dan bahkan ada yang tanpa bunga sama sekali. Mulai batas waktu yang hanya 3 bulan sampai dengan yang 3 tahunan atau lebih, pakai agunan atau bahkan ada yang pemeberian pinjaman tidak memakai agunan sama sekali.
Namun berbagai program pinjaman kredit usaha rakyat tersebut sering kali jeblok ditengah jalan pada saat pengembalian pinjaman, bahkan tidak jarang masyarakat beranggapan bahwa uang yang sudah dipinjam tersebut adalah uang pemerintah yang sebenarnya juga uang rakyat, uang masyarakat dan sebenarnya tidak perlu dikembalikan lagi. Kondisi Pola pikir yang seperti itulah membuat berulang kali program-program semacam ini selalu mengalami kegagalan, terlebih lagi apabila pinajam bergulir diperuntukkan untuk masyarakat miskin yang konon tidak memeliki usaha, apalagi dengan pola pinjaman tanpa ada agunan sama sekali.
Tridaya pembangunan yang menjadi program BKM Gurun Panjang Jaya sesuai dengan kebijakan Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP), sedikit mengalami hambatan atau kendala ketika BKM akan mengalokasikan dana sharing APBD Kota Dumai untuk kegiatan ekonomi bergulir. Bukannya BKM tidak berpihak kepada masyarakat miskin, tetapi ada keraguan, kekawatiran atau trauma masa lalu, sehingga dana sharing Daerah APBD putaran pertama tersebut yang semestinya menjadi prioritas kegiatan ekonomi bergulir akhirnya dialihkan peruntukanya untuk kegiatan infrastruktur.
Hingga BLM II APBD putaran kedua yang masuk dalam anggaran tahun 2011, BKM Gurun Panjang baru mengalokasikan untuk kegiatan ekonomi berguir. Tahap pertama dialokasikan BLM senilai Rp.30.000.000,00 (Tiga puluh juta rupiah) yang terbagi untuk 6 KSM peminjam dengan jumlah anggota sebanyak 60 orang sebagai penerima manfaat KK Miskin PS-2.
Keraguan dan kekawatiran terhadap program pinjaman bergulir yang sering kali gagal, justru membuat BKM Gurun Panjang Jaya sangat berhati-hati dalam melaksanakan program ini. Pilot project 6 KSM peminjam dimulai dari tingkatan RT yang mempunyai perwakilannya dalam keanggotaan BKM sebagai penanggungjawabnya. Disamping itu UPK bersama BKM dan ketua RT setempat bersama-sama ikut memferifikasi calon-calon KSM peminjamnya.
Petugas UPK yang diangkat juga harus mempunyai kinerja dan tanggung jawab yang lebih. Penyerahan dana dari UPK ke KSM juga serahkan secara bersama oleh UPK, BKM dan Tim Fasilitator pendamping, dan bahkan anggota KSM juga harus dihadirkan dalam acara penyerahan tersebut. Hal ini dilakukan guna memberikan pemahaman dan menyampaikan pesan kepada semua anggota KSM bahwa program ini bukan pemberian uang cuma-cuma, tetapi sebuah program jangka panjang dengan salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat dan akan menjadi tolok ukur terhadap program PNPM Mandiri Perkotaan yang dilaksanakan ditingkat kelurahan. Kegagalan program ekonomi bergulir akan berdampak terhadap kegagalan program secara keseluruhan dan keberhasilannya akan membuka peluang terhadap pengembangan program lainya, untuk itu menjadi penting bahwa program ekonomi bergulir menjadi tanggung jawab bersama.
Kini 6 KSM peminjam yang berada di RT. 02, 03, 06, 07, 08 dan 09 telah memasuki masa pengembalian ke-lima pertanggal 6 Mei 2012. 60 orang anggota dari 6 KSM tersebut dengan pinjaman masing-masing orang sebesar Rp.500.000,00 (lima aratus ribu rupiah) semuanya telah membayar angsuran pinjaman-nya dengan tepat waktu kepada UPK tanpa ada penunggakan (100%), bahkan dari angsuran pinjaman tersebut sudah digulirkan kepada 3 KSM baru yang masing-masing KSM beranggotakan 5 orang sebagai penerima manfaat KK Miskin PS-2.
Semoga kondisi lima bulan pengembalian yang mencapai 100% ini bisa terus dipertahankan, perjalanan masih sangat panjang, usaha KSM harus terus berjalan dan berkembang dengan berbagai tantangan akan menghadang, untuk itu petugas UPK yang handal, disiplin dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan karena dipundak mereka tugas berat ini diemban.

ALAMAT :
LKM GURUN PANJANG JAYA
Jl. Utama, Kelurahan Gurun Panjang Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai - Prov. Riau

KONTAK PERSON :
Koordinator BKM : M. SETYA - 081365736794
Unit Pengelola Keuangan (UPK) : NGADI SAPUTRA - 081365397630