SELAMAT DATANG DI KMW 1 RIAU SILAHKAN FOLLOW TWITTER KAMI @kmw1riau
SILAHKAN KUNJUNGI JUGA TOKO ONLINE KAMI pdua-cafe

Selasa, 07 Juni 2011

LIMBUNGAN BARU MENJADI “MODEL PERCONTOHAN” BIMBINGAN TEKNIS TIM TINJAUAN PARTISIAPTIF – KECAMATAN RUMBAI PESISIR

Kelurahan Limbungan Baru Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru yang telah memasuki program tahun 3 di Tahun 2011, dengan Kelembagaan Kolketif yang telah terbentuk menyadari betul pentingnya membangun kesepahaman dalam ”Membangun LKM MAJU BERSAMA tercinta” untuk tumbuh dan berkembang menyatu dan menjadi bagian yang tidak terlepas dari kehidupan masyarakat di Kelurahan Limbungan Baru.
“Menumbuhkan semangat membangun kesempurnaan secara partisiaptif sangatlah sulit, namun rasanya dengan kebersamaan yang sudah diusahakan oleh LKM dari mulai terbentuk menjadi tantangan yang sangat bermanfaat bagi kesadaran anggota LKM untuk terus giat dengan segala dedikasi, apresiasi, kreatifitas yang selama ini menjadi semangat kami”, Tutur Koordinator LKM Bapak Admir Zen.
Melalui pelaksanaan Tinjauan Partisipatif 2010 yang harus segera diselesaikan menjadi momentum bagus untuk membangun kebersamaan tersebut, melalui Bimbingan Teknis Tim Tinjauan Partisiaptif yang sudah dibentuk sebelumnya telah dilaksankaan kegiatan tersebut pada tanggal 1 Juni 2011 yang dihadiri seluruh Tim Tinjauan Partisiapatif dan anggota LKM sebagai bentuk fasilitasi yang dibangun LKM untuk tim.
Menyadari pentingnya momentum ini, kegiatan bimbingan tim dilaksanakan pertama kali di Kecamatan Rumbai Pesisir dan menjadi inspirasi Senior Fasilitator Tim 5 Kota Pekanbaru Irfan Harqulaksono, SP untuk menciptakan dan membentuk Limbungan Baru sebagai percontohan bagi Kelurahan Meranti Pandak, Limbungan, Lembah Sari, Lembah Damai, Limbungan Baru dan Tebing Tinggi Okura. Gagasan ini terlontar saat kegiatan Coaching Tinjauan Partisiaptif yang dilaksanakan kepada anggota LKM di wilayah dampingan Tim 5 Kecamatan Rumbai Pesisir pada tanggal 30 Mei 2011 dan disambut hangat oleh beberapa peserta. Menurut Koordinator LKM Lembayung Perkasa Kelurahan Lembah Damai (Bapak Sukatwan) “Ide ini sangat bagus bagi kami yang akan menyusul kegiatan serupa”.
Gayung bersambut melalui apresiasi dari seluruh LKM di Kecamatan Rumbai Pesisir dengan datangnya Koordinator dan beberapa anggotanya menghadiri kegiatan ini. Mengingat serunya kegiatan bimbingan teknis ini, tidak terasa waktu yang terus berjalan sampai dengan pukul 23.30 malam hari kegiatan ini selesai dengan berbagai warna perdebatan seru tentang makna, teknis kegiatan sampai dengan output dari hasil Tinjauan Partisiaptif. Seperti yang ditanyakan oleh salah satu anggota Tim Kajian Keuangan “Sebetulnya penegasan Tim Tinjauan ini mesti seperti Auditor….terus kalau lihat format ini ada beberapa kejadian dan temuan berarti harus termuat, bagaimana dengan format ini”, ada lagi dari sebagian peserta “Kalau begitu mestinya LKM berhak dong melakukan pembelaan dan tidak menjadi sasaran puas atau tidak puas oleh KSM dan masyarakat, malah justru KSM sendiri terkadang gak maulah bikin RAB dll…jadi bias dong kami LKM tidak disalahkan dan membela diri”, adalagi yang mengkritisi kelembagaan LKM sendiri “kalau begitu bisa juga anggota yang tidak aktif diganti kalau sudah di tinjau”.
Dinamika diatas menjadi bagian hangat berjalannya proses bimbingan teknis, dengan pembulatan dari subtansi, teknis pelaksanaan dan output yang harus ditindaklanjuti menjadi poin penting kesepakatan semua pihak, Koordinator LKM dan beberapa anggota yang lain merasa puas serta meyakini kegiatan Tinjauan Partisiaptif bisa berjalan dan menjadi model dan bentuk pelaksanaan di tahun 2011 dan meyakinkan pula bahwa “Dinamika ada yang tidak puas karena yang bersangkutan tidak tahu proses secara penuh” kata seorang anggota LKM.
Ya memang proses sudah berjalan sebagaimana mestinya yang diharapkan dan kita tunggu hasil kegiatan Tinjauan Partisiaptif berjalan. Biarlah kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran masyarakat “nilai demokratis” yang terkandung didalamnya menjadi spirit bersama demi membangun “LKM MAJU BERSAMA TERCINTA DAN DISAYANGI OLEH MASYARAKAT LIMBUNGAN BARU”

Kontak Person :
Admir Zen (Koordinator LKM Maju Bersama) – 081378448234
Irfan Harqulaksono, SP (SF Tim 5) - 08129517801

Sabtu, 07 Mei 2011

RAIH PENGHARGAAN “DODOL NENAS MUNDAM” (BINAAN PT. CPI & PNPM MANDIRI PERKOTAAN ) DALAM DUMAI EXSPO 2011


Pengembangan potensi ekonomi local merupakan bagian dari isu sentral tidak hanya di tataranan nasinal juga di daerah, makna pengembangan ekonomi local berorientasi pengembangan potensi local dirasa cukup efektif dalam meingkatkan perekonomian daerah maupun dalam penanggulangan kemiskinan. Berbicara antara potensi ekonomi dan penanggulangan kemiskinan ini yang ditangkap betul kegiatan Kemitraan antara PT. Chevron Pacific - Dumai dan PNPM Mandiri Perkotaan, melalui komitmen kerjasama dengan satu visi nyata yaitu “Membantu Pengembangan Ekonomi Lokal berbasis Masyarakat” melalui “DODOL NENAS MUNDAM” realisasi ini di wujudkan.
Pada awalnya kegiatan ini CE Specialist, PGPA PT. Chevron Pacific Indonesia - Dumai (Bapak Suhardi) “Sebelumnya kami mencari informasi-informasi tentang program pemberdayaan melalui internet dan kami menemukan PNPM Mandiri Perkotaan di program ini akhirnya kami menemukan kontak person Bapak Rudi, kami sangat respon dengan program ini dan kami menilai visi yang diusung sama dengan visi CSR yang dibangun oleh kami”. Akhirnya ditindaklanjuti dengan beberapa kunjungan ke lokasi dampingan PNPM Mandiri Perkotaan Kota Dumai dan akhirnya menemukan apa yang diharapkan PT. Chevron melalui pengembangan ekonomi lokal yang diusung visi CSR tertarik dengan potensi nenas di Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai.
Dalam rangka membangun kerjasama tersebut, PT. Chevron memberikan bantuan modal sebanyak Rp. 60 juta yang diperuntukan untuk pelatihan, pengadaan barang yang mendukung produksi, kemasan dan perijinan. Pelatihan pembuatan dodol nenas dilakanakan selama 5 hari (2 hari teori dan 3 hari parktik pembuatan dodol nenas) dimulai pada tanggal 15 Desember 2010 dan pembukaannya dihadiri oleh PT.Chevron Pacific Indonesia-Dumai, Tim Pendamping PNPM Mandiri Perkotaan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai, Aparat Kecamatan Medang Kampai, Lurah Mundam dan tokoh masyarakat sebagai bentuk dukungan kegiatan ini. Peserta pelatihan ini adalah KSM Selasih yang telah dibentuk melalui proses rembug dalam PNPM Mandiri Perkotaan berjumlah 10 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 6 orang perempuan dengan materi yang diberikan tentang Teknis Pengolahan Dodol yang diberikan oleh instruktur dari salah satu warga Kelurahan Mundam yang sudah mempunyai pengalaman tentang pembuatan dodol serta materi Packaging & Sistem Pemasaran yang diberikan oleh Instruktur dari PT. Chevron Pacific - Dumai. Pada awalnya PT. Chevron dan Korkot Kota Dumai menetapkan instruktur dari perusahaan yang sudah berpengalaman yaitu dari Dodol Picnic Garut, namun dengan segala pertimbangan akhirnya PT. Chevron lebih tertarik untuk menggunakan instruktur local yang berpengalaman dalam rangka mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada di Kota Dumai.
Melalui tangan-tangan terampil peserta yang sudah dilatih akhirnya berjalan dengan baik dan menghasilkan produksi dodol nenas. Mengingat kegiatan usaha ini mempunyai prospek pengembangannya, PT. Chevron dan PNPM Mandiri Perkotaan perlahan membangun KSM Selasih menjadi “Home Industry” dengan memanfaatkan potensi pertanian nenas yang ada di Mundam yang dikenal memiliki kualitas utama di Kota Dumai dan sekitarnya. Proses pengembangan Dodol Nenas Mundam menjadi dodol nenas diharapkan menjadi makanan khas yang menjadi ikon oleh-oleh Kota Dumai, kelompok usaha dodol nenas ini dinamakan KPH (Kelompok Home Industri Selasih) yang beralamatkan di Jl. Muslim RT.1 Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai.
Untuk mewujudkan tersebut diatas, strategi membangun keberlanjutan usaha yang sudah dirintis melalui kemitraan ini dengan meningkatkan manajemen usaha mulai dari produksi, packaging dan pemasaran. Dengan harapan dapat menyerap tenaga kerja local dan meningkatkan kesejahteraan bagi warga setempat. Kegiatan usaha dodol nenas tahap awal mempekerjakan tenaga kerja 8 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, remaja putri yang sudah lulus sekolah tetapi tidak mempunyai pekerjaan dan dibantu beberapa tenaga kerja laki-laki untuk pengadukan dodol. Kedepan akan dilakukan modernisasi system pengadukan dodol dengan menggunakan mesin/alat. Mengingat saat ini masih manual dan PT. Chevron sebagai bapak angkat siap untuk mendukung kegiatan usaha ini kedepannya melalui bantuan modal, alat maupun memberikan dukungan dalam strategi pemasaran.
Atas produksi dodol nenas yang dihasilkan proses pemasaran menjadi bagian terpenting, untuk itulah dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta melalui pelatihan berinisiatif untuk mempromosikan secara sederhana dari mulut ke mulut yang dianggap paling efektif menyebarkan informasi. Dan hasilnya memang cukup membanggakan, dari hasil pemasaran yang sudah dilakukan sekarang sudah terjalin kerjasama pemasaran dengan beberapa toko kue, supermarket, rumah makan atau kedai yang ada di Kota Dumai serta bekerjasama pula dengan kantin milik PT. Chevron Pasifik Dumai.
Sebagai bentuk dukungan dari PT. Chevron, PNPM Mandiri Perkotaan, Pihak Kelurahan Mundam dan Kecamatan Medang kampai Produk Dodol Nenas mengikuti event Dumai Exspo dalam rangka Hari Jadi Kota Dumai yang ke-12 Tahun 2011 dimeriahkan event “Dumai Exspo” berlangsung dari tanggal 27 April s/d 3 Mei 2011 yang dibuka langsung oleh Walikota Dumai Bapak Bapak Khairul Anwar, SH bertempat di Lapangan Bukit Gelanggang menampilkan stand-stand yang mengekspose pembangunan di Kota Dumai, Salah satu yang menarik dari penyelenggaraan setiap tahunnya hadirnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Salah satunya adalah UMKM binaan PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Dumai “Usaha Dodol Nenas” yang dikelola oleh KSM Selasih BKM Sejahtera Kelurahan Mundam terpilih dan mendapatkan Juara II LOMBA PRODUK UNGGULAN UMKM KOTA DUMAI yang telah berhasil mengembangkan produk olahan atas potensi yang dimiliki daerah yaitu Buah Nenas yang identik dengan Kota Dumai dan berhak mewakili Kota Dumai dalam ACARA TEMU MITRA DENGAN INDUSTRY PARIWISATA di Kota Pekanbaru beserta 100 UKM lainnya Se-Provinsi Riau.
Dalam event ini produk “Dodol Nenas Mundam” tidak hanya di tampilkan pada stand PT.Chevron Pacific - Dumai tetapi juga di beberapa stand seperti : Pemerintah Kecamatan Medang Kampai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas UKM dan Pemberdayaan Masyarakat serta Ikatan Anak Dumai dengan produk terjual hampir 150 kotak dodol nenas habis terjual per-harinya.
Seiring waktu yang terus berjalan dan usaha produksi dodol nenas terus dijalankan, dampaknya mulai dirasakan oleh KSM Selasih maupun BKM Sejahtera atas berbagai keberhasilan yang sudah dicapai baik penghargaan dalam event Dumai Exspo tentunya memberikan khasanah keterampilan dan pendapatan bagi anggota KSM walaupun masih belum banyak. Dari keberhasilan yang sudah diraih, kendala yang dihadapi adalah promosi/pemasaran masih sangat kurang dan menjadi pekerjaan tidak hanya KSM, BKM, PNPM Mandiri Perkotaan dan Pemerintah Kota Dumai. Untuk itu Pemerintah Kota akan mendorong KSM Selasih mengikuti event nasional yaitu Hari Nusantara (Harnus) yang dilaksanakan sekita bulan Nopember 2011, dan event ini akan dijadikan sebagai momen untuk mengenalkan produk dodol nenas ini kepada tamu-tamu dari kota/kabupaten atau provinsi lain agar menjadikan dodol nenas salah satu oleh-oleh khas Kota Dumai.
Dalam rangka membangun KSM Selasih dan produk “Dodol Nenas Mundam” banyak pihak-pihak yang terlibat dan mendukung kegiatan ini seperti keterlibatan BKM di dalam mendukung kelompok usaha ini sangat siginifikan sekali, mengingat BKM Sejahtera Kelurahan Mundam yang ditunjuk oleh PT. Chevron mengkoordinir kegiatan ini. Korkot dan KMW juga berusaha untuk mediasi dengan pihak-pihak yang di anggap berkompeten di dalam mendukung seperti dengan LPOM MUI Provinsi Riau dan promosi website KMW Provinsi Riau. Sedangkan Pemerintah Daerah melaui dinas UKM, Koprasi dan pemberdayaan Masyarakat Kota Dumai akan membantu dan mendukung promosi/pemasaran serta akan memberikan pembinaan kepada usaha ini melalui komitmen dalam memberikan dukungan alat yang akan dianggarkan melalui APBD TA.2012.
 

DODOL NENAS
KSM SELASIH - KELURAHAN MUNDAM






Alamat KSM Selasih :
Jl. Muslim RT.1 Kelurahan Mundam - Kec. Medang Kampai
Kontak Person :
SRI UMAMI (Ketua KSM) - 081275133016)
KAHARUDIN (Koordinator BKM) - 081275877713)
SUHARDI (CE Spesialist, PGPA Chevron Dumai) - 081365105665)
Penulis :
RUDI ROSYIDI, S.Ag (Korkot Dumai & Bengkalis) – 081378448234 & email : rudi_rosyidi@yahoo.co.id
Website KMW Provinsi Riau :
http://www.kmw1riau.blogspot.com

Rabu, 20 April 2011

WALIKOTA DUMAI BUKA PELATIHAN TEMATIK MASYARAKAT

Bertempat di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung, Rabu 13 April 2011 dilaksanakan pembukaan Pelatihan Tematik Masyaraka (Perencanaan Partisipatif dan Kemitraan) bagi 14 BKM se Kota Dumai yang buka langsung oleh Walikota Dumai Bapak H. Khairul Anwar. Dalam sambutannya Walikota “Melalui pelatihan ini diharapkan nantinya mampu untuk mendorong masyarakat mampu meningkatkan pemahaman dan mampu menjadi masyarakat yang peduli dan mandiri sehingga dapat mendukung upaya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah kota saat ini”.
Dalam sambutan yang sama Bapak Walikota juga menyampaikan kendala yang di alami oleh Pemerintah kota saat ini karena APBD 2011 baru saja di syahkan dan nilainya sangat kecil (terbatas), untuk itu beliau berharap agar semua elemen/komponen masyarakat di Dumai mendaya gunakan segala potensi yang dimiliki baik itu tenaga, pemikiran ataupun dana untuk membangun Kota Dumai sehingga mendukung upaya menciptakan Kota Dumai sebagai mana tertuang dalam Visi Walikota & Wakil Walikota yaitu Terwujudnya Kota Dumai Sebagai Pusat Pelayanan ”Pengantin” (Pelabuhan, Perdagangan ,Tourism dan Industri) yang ”Berseri” (Bersih, Semarak, Rukun dan Indah) di Kawasan Pantai Timur Sumatera Sebagai Penggerak Kemajuan Ekonomi dan Budaya Melayu yang Agamis menuju Dumai Kota ”Sehat ” (Sejahtera, Harmonis, Aman dan Tertib ) pada Tahun 2020.
Kegiatan pelatihan tematik ini dilaksnakan dalam rangka untuk memberikan pemahaman bagi BKM se Dumai untuk mampu meningkatkan peran dan fungsinya dalam perencanan partisifatif yang bersinergi dengan perencanaan kota dan mampu menjalin kemitraan (kerjasama) baik dengan Dinas/Instansi terkait maupun dengan pihak swasta. Narasumber dalam pelatihan ini melibatkan dari unsur Dinas seperti : Kepala Dinas Koperasi UKM dan Pemberdayaan Masyarakat (Bapak Bambang Sumantri, SH) dengan materi Lembaga Keuangan Mikro dan Koperasi, Kepala Dinas PU (Bapak Ir. H. Zulkifli Said, MSi) dengan materi Sinergitas perencanaan masyarakat dengan pemerintah kota khususnya bidang Pekerjaan Umum, CE Spesialist PGPA PT Chevron Pasifik Dumai (Bapak Suhardi) dengan materi menangkap peluang kemitraan BKM/LKM dengan PT.Chevron dan Konsultan Manajemen Wilayah 1 Riau yg diwakili Koordinator Kota Dumai Rudi Rosyidi dengan materi Refleksi hasil pendampingan perencanaan partisipatif, Kompas Layanan Keuangan Mikro, Pengenalan bentuk dan jenis kemitraan dan Monitoring dan Evaluasi usaha. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari 13 s/d 15 April 2011 dengan metode yang dilaksanakan secara cluster kota yang melibatkan narasumber dari dinas dan swasta serta penguatan di kelurahan oleh Tim Fasilitator yang diikuti peserta dari unsur BKM/LKM, UP-UP, Relawan dan KSM melalui moto “Membangun kebersamaan BKM melalui proses sharing atas berbagai kendala dan masalah yang dihadapi untuk mecari solusi terbaik dari pengalaman”.

Kepala Dinas PU (Bapak Ir. H. Zulkifli Said, MSi) : Materi "Sinergitas Perencanaan Masyarakat Dengan Pemerintah Kota Khususnya Bidang Pekerjaan Umum"


Kepala Dinas Koperasi UKM dan Pemberdayaan Masyarakat (Bapak Bambang Sumantri, SH) : Materi "Lembaga Keuangan Mikro dan Koperasi"


CE Spesialist PGPA PT Chevron Pasifik Dumai (Bapak Suhardi) : Materi "Menangkap Peluang Kemitraan BKM/LKM dengan PT.Chevron Pacific Dumai"


KONTAK PERSON :
Rudi Rosyidi, S.Ag (Korkot Dumai & Bengkalis) : 081378448234

Rabu, 06 April 2011

KOMPOSISI TIM KORKOT KMW 1 RIAU PERIODE APRIL-DESEMBER 2011

Berdasarkan surat Direktur PBL Nomor : ku.01.04/CB/278 Tanggal 23 Maret 2011 Perihal Komposisi Fasilitator/Asisten/koordinator kota PNPM Mandiri Perkotaan dan P2KP Advanced TA.2010 Periode April - Desember 2011, Surat KMP Nomor : 101/KMP-Wil I/III/2011 Tanggal 25 Maret 2011 perihal seleksi Personil Tim Korkot dan Tim Faskel PNPM MP 2011,
Dengan Mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim Dengan ini Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Propinsi Riau PPK Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan Mengumumkan KOMPOSISI TIM KORKOT KMW 1 RIAU PERIODE APRIL-DESEMBER 2011

Selasa, 08 Maret 2011

Wadah Kebersamaan (Warga Tanjung Rhu Ciptakan Paper Bag Unik)


Program indsutri kreatif dan paper bag / kemasan yang pernah dilakukan PT. Kalila (Bentu – Kerinci Baru) akhir tahun lalu di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pada pekan ini, Program nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Kelurahan Tanjung Rhu akan menggelar pelatihan pembuatan paper bag dan kemasan yang infrastrukturnya merupakan peserta pelatihan yang digelar Kalila sebelumnya.
“Hingga saat ini sudah ada 24 peserta dari Tanjung Rhu yang mendaftar”, kata Koordinator PNPM Mandiri Perkotaan Tanjung Rhu, Wajib Hartono, usai menerima bantuan Pentaskin dari Walikota Pekanbaru, Ahad (6/3).
Pelatihan pembuatan papaer bag tersebut, kata Wajib, akan digelar selama 3 hari. PNPM Mandiri Perkotaan Kelurahan Tanjung Rhu merupakan mitra Program CSR PT Kalila yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pada saat menerima dana bantuan Pentaskin tersebut, peserta eks pembuatan paper bag dan kemasan yang diinisiasi PT Kalila, menunjukkan hasil produksi kerajinan mereka kepada walikoya dan undanga. Mereka membuat paper bag unik dan kreatif untuk kemasan bolu kemojo, yang selanjutnya dijadikan oleh-oleh untuk undangan. Keunikan paper bag tersebut terletak pada desain khusus hasil karya masyarakat Tanjung Rhu, serta tali pengikat yang terbuat dari enceng gondok yang dikeringkan. “Paper bag dan kemasan menjadi pintu masuk Program CSR Kalila karena kita melihat di Tanjung Rhu tersedia bahan baku yang kita butuhkan. Enceng gondok misalnya, selama ini menjadi hama karena menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai, tapi setelah diolah bisa menjadi industri kreatif dan punya nilai ekonomis,” kata manager Communication and CSR Kalila Dahrul Hidayat melalui CSR Officer, Digdo Juniarto, Lurah Tanjung Rhu, Zulharijan, mengatakan, pihaknya sangat mendukung program CSR Kalila tersebut karena terbukti bisa menambahkan pendapatan masyarakat. Apalagi bahan baku program industri kreatif tersebut di Tanjung Rhu sendiri sangat mudah didapatkan. “Jika masyarakat terutama dari kaum ibu-ibu turut ambil bagian dalam industri ini, sudah otomatis akan memberikan penghasilan tambahan untuk keluarganya. Karena paper bag dan kemasan ini dikerjakan dirumah setelah masak atau mengasuh anak,” kata Zulharijan (RP)

Selasa, 25 Januari 2011

TIDAK SELAMANYA MASA LALU BUAT SURAM (KELURAHAN KAMPUNG DALAM - KOTA PEKANBARU)

Sering kali kita mendengar bahwa apa yang terjadi pada masa yang lalu membuat selamanya hidup kita menjadi suram. Hal ini juga telah dibuktikan oleh masyarakat Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru – Riau.
Sebelum PNPM – MP hadir di kelurahan tersebut masyarakat kelurahan Kampung Dalam sering kali tidak menjadi prioritas beberapa program yang ada, hal tersebut disebabkan, maaf masyarakat kelurahan ini bisa dikategorikan masyarakat yang relative memiliki lebih banyak jiwa pra sejahtera sementara mereka memiliki paradigma bahwa kemiskinan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Kemudian penyebab yang lainya adalah bahwa melihat program pinjaman bergulir yang telah ada di kelurahan tersebut baik dari program pemerintah maupun program yang lainya, masyarakt tersebut mempunyai kebiasaan tidak mengembalikan pinjaman tersebut karena mereka juga memiliki paradigma bahwa setiap pinjaman bergulir yang ada yang berasal dari pemerintah merupakan dana hibah dan tidak perlu dikembalikan sehingga tingkat pengembalian mereka selalu rendah. Karena selalu tidak di prioritaskan maka inilah yang membuat suramnya masa depan bagi masyarakat kelurahan Kampung Dalam.
Hal tersebut di atas menjadi tantangan bagi tim fasilitator dan Unit Pengelola Keuangan dari LKM “Tunas Mekar” Kelurahan Kampung Dalam yang berdiri sejak tgl 9 Desember 2008 yang lalu untuk merubah pola pikir dan kebiasaan masayarakat tersebut. Syukur Alhamdulilah, setelah pendampingan yang cukup intensif dan sosialisasi berulang-ulang dari tim fasilitator 16 dan UPK serta LKM Tunas Mekar maka sedikit demi sedikit pola pikir masyarakat berubah.
Perubahan pola pikir masyarakat Kampung Dalam tersebut ditandai dengan tingkat pengembalian Ekonomi bergulir PNPM-MP yang ada di kelurahan Kampung Dalam mencapai 100% setiap bulanya dengan jumlah KSM yang ada sampai dengan bulan Desember 2010 sebanyak 20 KSM yaitu sebanyak 109 jiwa pemanfaat. Tingkat pengembalian yang baik tersebut tidak lepas dari usaha dan kerja keras yang dilakukan UPK dan LKM Tunas Mekar dengan didampingi oleh tim Fasilitator. UPK sangat menekankan kepada anggota kelompok untuk menetapkan dan mematuhi aturan main yang mereka sepakati serta menekankan kepada ketua kelompok untuk selalu tegas kepada anggota dalam hal pengumpulan angsuran KSM dengan begitu UPK sangat menegaskan kepada ketua KSM agar angsuran KSM dapat dibayar penuh setiap bulanya.
Dengan adanya prestasi yang sangat baik tersebut untuk 2010 LKM Tunas Mekar berhasil menjadi LKM terbaik pada Program Pentaskin (Pengentasan Kemiskinan) Kota Pekanbaru yang merupakan program chanelling PNPM-MP dengan Program Pemerintah Kota Pekanbaru, dimana untuk mendapatkan BLM program Pentaskin tersebut dilakukan penilaian-penilaian mengenai bagaimana tingkat kinerja para LKM dan UP-UP, keswadayaan Masyarakat, tingkat pengembalian yang baik dan perubahan pola pikir masyarakat, dan alhamdullah hasil penilaian menunjukkan hasil prestasi masyarakat Kelurahan Kampung Dalam yang sangat baik. Maka modal pinjaman bergulir untuk UPK LKM Tunas Mekar sekarang sudah mencapai Rp. 174.400.000,-. Untuk kedepannya diharapkan masyarakat kelurahan Kampung Dalam dapat mengurangi beban kemiskinanya dengan adanya program pinjaman bergulir baik dari PNPM maupun program chanelling lainya karena memang sebagian besar masyarakat kelurahan Kampung Dalam mempunyai pekerjaan sebagai pedagang. Jadi….Gak ada tuh prilaku di masa lalu membuat masa depan SURAM !!

KONTAK PERSON :
Fera Andriani, SE (Askot MK-1 Pekanbaru & Inhil) : 081276333234

Selasa, 18 Januari 2011

BERMITRA MENUJU MANDIRI

KSM “Pucuk Rebung” dari Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai didirikan pada Tanggal 2 Januari 2010, yang beranggotakan 6 orang. Merupakan salah satu KSM Sosial yang mendapatkan bantuan Dana BLM PNPM Mandiri PerkotaanTahap II Tahun 2009 untuk kegiatan Pelatihan Bordir senilai Rp 9.545.000 dan Dana Swadaya masyarakat senilai Rp 2.376.000.
Alhamdulillah pelatihan bordir yang didanai dari dana BLM PNPM MP telah dilaksanakan pada 13 April 2010 – 1 Juli 2010 (3 bulan) yang diikuti oleh 11 orang ibu-ibu warga Kelurahan Rumbai Bukit. Untuk pelatih mereka memanfaatkan SDM yang ada di Kelurahan mereka sendiri, sekaligus Ketua KSM mereka yaitu Ibu Lili Yulida. Tempat Pelatihan pun masih menumpang di rumah Ketua di Jl Sri Amanah RW 3 Rumbai Bukit. Karena keterbatasan tempat dan juga alat bordir yang tersedia, pelatihan dibagi menjadi dua (2) sesi yaitu: Sesi I dari Pkl 13.00-15.00, sementara Sesi II dari Pkl 15.00-17.00. Pelatihan dilakukan 3 kali seminggu selama 3 bulan.
Melihat keseriusan dan juga perkembangan kemajuan para peserta pelatihan bordir ini, maka LKM Bukit Jaya memutuskan bahwa KSM ini memperoleh tambahan bantuan dana berupa 1 Unit Mesin Bordir Merek Yuki senilai Rp 2.500.000,- yang telah diserahkan pada tanggal 20 Mei 2010. “Alhamdulillah Pak/Bu, tambahan mesin bordir ini sangat membantu dalam kegiatan pelatihan kami, kami sampai berebut mau memakai mesin baru….”, begitu kurang lebih ucapan salah satu anggota KSM pada Pendamping PNPM MP.
Selepas dari kegiatan kursus, KSM ini masih terus aktif antara lain bekerja sama dengan KSM Tunas Harapan (Kursus Jahit), jadi hasil baju-baju/kain jahitan dari KSM Tunas Harapan akan dibordir oleh KSM Pucuk Rebung. Hasil kegiatan kedua KSM ini bahkan telah dapat dijual pada stand PNPM di “Pekanbaru Expo” yang ditaja pada tanggal 1-6 Agustus 2010 yang lalu oleh Pemko Pekanbaru, selain itu juga pada beberapa kegiatan lain di Kelurahan maupun di Kecamatan.
Berkat usaha dari LKM Bukit Jaya, yang pada tanggal 18 Februari 2010 lalu mengadakan Bazaar Amal PJM Pronangkis dan dihadiri oleh antara lain Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Pekanbaru Bpk H Suradji. Pada akhir Bazaar beliau menyatakan kesiapan Disperindag untuk menyumbangkan mesin jahit, mesin bordir, sekaligus pelatihan bordir kepada LKM Bukit Jaya. Janji beliau ini oleh Fasilitator dan LKM Bukit Jaya ditindaklanjuti dengan mengirim proposal dan akhirnya pada tanggal 1 Desember 2010 yang lalu sebanyak 6 unit mesin bordir dan 2 unit mesin jahit telah diserahterimakan kepada LKM Bukit Jaya. Sementara itu Kegiatan Pelatihan Bordir dari Disperindag Kota Pekanbaru dimulai dari 6 Desember 2010 dan akan berakhir pada 6 Januari 2011 dengan jumlah peserta kursus sebanyak 20 orang. Total bantuan dana yang diperoleh dari hasil Kemitraan dengan Disperindag Kota Pekanbaru ini adalah senilai Rp 49.200.000,-
Pada Tanggal 16 Desember 2010 yang lalu Kelurahan Rumbai Bukit dikunjungi oleh Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Bpk Reza Noval & Team Leader Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) – 1 Riau Bpk Totok Priyanto, SE untuk kegiatan “Uji Petik Siklus Pemilihan LKM” dan sekaligus dapat melihat kegiatan pelatihan Bordir yang merupakan hasil Kemitraan antara LKM Bukit Jaya dengan Disperindag Kota Pekanbaru.

KONTAK PERSON :
Meilisa Zahara, S.Pi (Senior Faskel Tim 10) : 081371160697

Kamis, 13 Januari 2011

ASISTEN I SETDA KOTA BUKA PEMBENTUKAN FKA KOTA DUMAI

Pada hari Selasa tanggal 28 Desember 2010, bertempat di Aula Kantor Lurah Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat. Dilaksanakan Musyawarah pembentukan Forum komunikasi Antar (FKA) BKM se Kota Dumai yang diikuti oleh utusan perwakilan dari 32 BKM di 5 Kecamatan yang ada di Dumai.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dari BKM-BKM yang ada di Dumai yang menginginkan ada wadah silaturahmi dan komunikasi antar BKM di level Kota. Mengingat untuk FKA BKM tingkat Kecamatan sudah terbentuk terlebih dahulu di 5 Kecamatan yang ada di Kota Dumai yaitu Kecamatan Medangkampai, Kecamatan Sungai Sembilan, Kecamatan Bukit Kapur, Kecamatan Dumai Barat dan Kecamatan Dumai Kota.
Kegiatan ini sedianya dibuka langsung oleh Wali kota Dumai, akan tetapi di waktu yang sama Walikota beserta seluruh SKPD sedang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga melalui Asisten I Setda Kota Dumai (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ) Drs. Junaidi Asnawi, MSi. Bapak Walikota H. Khairul Anwar, SH menyampaikan salam sekaligus permohonan maaf kepada seluruh peserta pemilihan FKA BKM karena tidak bisa hadir secara langsung dalam kegiatan ini.
Dalam Sambutannya Asisten I menyampaikan dengan dibentuknya FKA BKM se Kota Dumai ini diharapkan akan mampu memberikan saran dan masukan bagi Pemerintah Kota serta mewujudkan cita-cita menjadikan Kota Dumai menjadi kota ekonomi khusus di Propinsi Riau, dimana untuk mewujudkan cita-cita tersebut diperlukannya kerja sama dari pihak-pihak dan elemen masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan dan program tersebut.
Pembentukan Forum Komunikasi Antar BKM se-kota Dumai hendaknya harus bisa bersinergi dengan baik dengan pemerintah maupun organisasi-organisasi lainnya untuk menanggulangi permasalahan kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat (PNPM Mandiri Perkotaan Kota Dumai). Organisasi FKA ini merupakan wadah yang dbentuk oleh masyarakat sebagai tempat menyalurkan kebutuhan-kebutuhan bagi BKM, baik dalam bentuk komunikasi maupun kerjasama dalam bentuk lain.
Melalui Forum Komunikasi Antar BKM (FKA) se-Kota Dumai ini, Junaidi mengemukakan hendaknya misi FKA yaitu meningkatkan dan membangun partisipasi masyarakat miskin perkotaan, memfasilitasi komunikasi antarpihak masyarakat kota dengan stakehoulder melalui pengembangan komunitas, memberikan masukan, dukungan dan koreksi tentang kebijakan dan implementasi terhadap pembangunan, mendorong kebijakan pemerintahan kota Dumai yang kondusif terhadap pengembangan pemberdayaan ekonomi dapat segera tercapai.
Setelah manyampaikan kata sambutan, walikota dumai yang dalam kesempatan ini diwakili oleh asisten 1 Setda kota Dumai, Drs. Junaidi Asnawi, MSi menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Mandiri Perkotaan kepada Badan Keswadayaan Masyarakat untuk 5 kecamatan yang ada di Kota Dumai yaitu Kecamatan Medangkampai, Kecamatan Sungai Sembilan, Kecamatan Bukit Kapur, Kecamatan Dumai Barat dan Kecamatan Dumai Kota. Penyerahan Dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan Kota Dumai yang bersumber dari dana sharing dari APBN dan APBD kota Dumai.
Koordinator kota 2 Riau, Rudi Rosyidi pun ikut menjelaskan anggaran dana yang diterima oleh masing-masing kecamatan berbeda-beda dengan rincian : untuk kecamatan Dumai timur, dana APBN yang diterima sebesar Rp. 801.000.000, sedangkan dana APBD yang diterima sejumlah Rp. 840.000.000. untuk kecamatan Bukit kapur dana APBN sejumlah R. 246.000.000, dan dana APBD sebesar Rp. 240.000.000. Sedangkan Kecamatan Dumai Barat, Medang Kampai dan Sungai Sembilan hanya menerima dana dari APBN saja, hal ini dikarenakan karena keterbatasan dana anggaran Pemko Dumai . Dengan rincian untuk kecamatan Dumai Barat jumlah APBN yang diterima Rp. 445.000.000, untuk kecamatan Medang Kampai jumlah dana APBN yang diterima Rp. 70.000.000, sedangkan kecamatan Sungai Sembilan jumlah dana APBN yang diterima sebesar Rp. 235.000.000. Berbedanya Jumlah dana yang diterima oleh masing-masing kecamatan dipengaruhi oleh jumlah KK miskin yang ada di wilayah kecamatan tersebut. Dana APBN Yang diterima oleh masing-masing kecamatan PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Dumai dialokasikan untuk kegiatan infrastruktur disetiap kelurahan yang mendukung kegiatan perekonomian di daerah tersebut. Sedangkan sumber dana yang berasal dari APBD dialokasikan untuk kegiatan social, ekonomi, lingkungan, dan peningkatan sumber daya manusia di daerah tersebut. Dimana dana tersebut akan diserahkan kepada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan kemudian BKM akan membentuk KSM di daerahnya masing-masing, sehingga pengawasan penggunaan dan pemanfaatan dana BLM tersebut langsung diawasi oleh masyarakat itu sendiri, dan diharapkan masyarakat sebagai pengemban tanggung jawab dapat memanfaatkan dana ini secara maksimal dan tepat sasaran sehingga dapat menumbuh kembangkan perekonomian dan menjadikan masyarakat setempat menjadi masyarakat yang mandiri. Selain itu pengelolaan dana BLM ini hendaknya dapat dipertanggung jawabkan, harus transparansi, jangan sampai terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak diinginkan. Bagi BKM yang sudah menggunakan dana tersebut harus mengadakan RWT (Rembuk Warga Tahunan) dan melakukan audit sebagai persayaratan untuk kembali mendapatkan dana di tahun berikutnya.
Setelah penyerahan dana secara simbolis oleh Asisten 1 acara dilanjutkan dengan musyawarah pembentukan Forum Komunikasi Antar BKM tingkat Kota Dumai. Dengan dipimpin oleh Ketua Panitia pemilihan Bukhori Santoso, acara pemilihan berjalan cukup meriah dan sukses. Meski sesekali terdengar interupsi dari peserta tetapi tetap dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Hasil dari musyawarah ini terpilih  15 orang yang duduk dalam kepengurusan FKA BKM Kota Dumai Periode 2010-2015 yang merupakan hasil musyawarah dan mufakat para peserta pemilihan yang berjumlah kurang lebih 75 orang mewakili 32 BKM se Kota Dumai. Dalam pemilihan ini terpilihlah juga Bapak Happy Nainggolan perwakilan dari BKM Bumi Ayu Sejahtera Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Dumai Timur sebagai Koordinator FKA Kota Dumai.

(Rudi Rosyidi, S.Ag - Koordinator Kota 2)